Setelah pelaksanaan Shanghai Major yang cukup mengecewakan pada Main Event. Serta kembalinya muncul masalah serius yang terkait dengan pihak organizer (Perfect World) dan pihak hotel tentang pengosongan ruangan tanpa pemberitahuan yang menyebabkan banyak gear dari para pemain yang hilang, termasuk kunci mobil Maserati milik rOtk.
Kejadian ini menuai banyak komentar dari semua kalangan netizen, bahkan para pemain dari team-team yang berpartisipasi. Untuk menanggapi hal ini, Marriott, selaku pihak hotel mengeluarkan pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari akun Twitter manager team OG, Evany berikut ini.
Artinya kurang lebih seperti ini:Marriott's official statement on the missing gear situation #ShanghaiMajor pic.twitter.com/fvs0sDKKoN— MissHoneybadger (@the_evany) March 7, 2016
"... Tentang pemain yang kehilangan barang pribadi
Kepada Valve, Perfect World, dan semua player yang menghadiri Shanghai Major:
Pertama-tama, kami meminta maaf atas segala ketidaknyamanan.
Harap lihat detail kasusnya dibawah ini,
Jam 15:00, kami mendapat pesan dari Perfect World, mereka mengklaim bahwa peralatan gaming mereka termasuk dan tidak terbatas pada keyboard, mouse, headset, dan sebuah kunci mobil Maserati, hilang. Mereka memanggil sendiri polisi.
Setelah kami diberitahu, RM Jacky Yao, DOS Kevin Zhang, dan LP Manager Angela Sun dari Marriott pergi ke lokasi untuk mengetahui tentang hal ini. Lalu polisi juga datang ke hotel kami, kemudian pengawas LP Bruce Lu menemani polisi menuju 5F, dan transportasi barang sedang dalam proses, dan para polisi mengambil poin sebagai berikut:
- Mouse dan earphone itu kecil, membuatnya sulit untuk menjelaskan apa yang ditaruh di lokasi, serta membuat sulit untuk memeriksa setiap detil. Untuk kunci mobil Maserati, jika seseorang mencurinya, mereka tak akan bisa menyetir mobilnya karena CCTV melihatnya.
- Polisi meminta LP untuk memeriksa rekaman CCTV, hasilnya adalah sebagai berikut:
- Jam 9:20 pengawas HSKP Sally membuka pintu, jam 9:30 Event Austin membawa pekerja paruh waktu Marriott memasuki beberapa ruangan untuk mengambil meja besar untuk jamuan, lalu membiarkan beberapa pintu terbuka.
- Jam 10:00 dua orang masuk ke ruangan, jam 10:24 DOS Kevin menuju 5F. Jam 10:32 pekerja paruh waktu Marriott membawa pergi barang-barang dari 5F, jam 10:57 seseorang berbaju merah masuk ke ruangan.
- 11:02 seorang pengunjung turun ke lantai bawah, jam 11:06 petugas HSKP membantu orang yang menggunakan baju merah tadi untuk mengangkat kursi komputer. Jam 11:14 petugas acara dan staff departemen yang berkaitan berada di 5F. Jam 11:16 banyak staff team Dota yang muncul.
Berdasarkan rekaman CCTV, polisi berfikir bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pencurian mouse, earphone, atau kunci. Menurut mereka lebih baik pihak Perfect World membuat daftar apa dan berapa harga barang yang mereka curi dan klaim sebagai milik mereka sendiri, dan mengirimkannya ke Kantor Polisi Wuliqiao untuk memanggil polisi, lalu polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jam 18:00, RM Jacky Yao dan tim hotel berdiskusi dengan pihak Perfect World akan hal ini. Kami melakukan tinjauan terhadap kasus ini dan pihak hotel meminta maaf kepada mereka. Karena pada hari itu hotel keadaan full-house, dan kami harus mengosongkan ruangan secepatnya, tetapi pihak Marriott tidak berkoordinasi dengan organizer, kami memohon maaf atas hal itu. Selama proses keluar masuk ruangan terjadi, setidaknya ada dua petugas departemen di lokasi dan menyaksikannya.
Pihak hotel akan bekerjasama dengan polisi untuk memberikan perhatian lebih pada kasus ini, dan sekali lagi kami meminta maaf atas hal ini."
Begitulah kira-kira arti pernyataan resmi yang disampaikan pihak hotel Marriott. Pada surat tersebut jelas dikatakan bahwa hal ini disebabkan kurangnya koordinasi pihak hotel dengan organizer. Serta polisi sudah dilibatkan untuk menangani kasus ini.
Evany juga mengatakan dalam akun twitternya bahwa General Manager dari Perfect World meminta maaf secara langsung akan hal ini.
@the_evany PW GM just visited to apologize in person; Marriott hired a 3rd party to clear rooms w/o PW authorization. Hotel will pay costs.— MissHoneybadger (@the_evany) March 7, 2016
Dalam tweet tersebut Evany menjelaskan bahwa pihak Marriott menyewa pihak ketiga untuk mengosongkan roangan tanpa seizin organizer, Perfect World. Pihak hotel bersedia mengganti kerugian yang disebabkan oleh hal itu.
Semoga kasus ini cepat selesai dan barang yang hilang dapat dikembalikan, atau setidaknya di refund.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar